HUMOR LUCU ALA PONDOKIKLAN.COM

Home » Humor » Tips Untuk Melahirkan Motivasi Keberanian Yang Sejati

Tips Untuk Melahirkan Motivasi Keberanian Yang Sejati

Berbulan-bulan terjun di medan perang membuat rajurit itu lelah dan kesepian. Tapi tugas tetaplah tugas. Dan hari itu kembali dia ada di tengah-tengah pertempuran dahsyat. Di antara bunyi rentetan tembakan dan desing peluru tiba-tiba sang Kapten meneriakkan sebuah perintah kepadanya. Biasanya dia tidak terlalu antusias dengan perintah atasan, mengingat dia bukanlah tipe pemberani. Tapi kali ini dia segera melesat ke depan. Tanpa mempedulikan tembakan musuh yang beruntun ke arahnya, dia berlari kencang ke arah musuh. Sasarannya adalah tubuh rekannya yang sudah tergeletak tak bernyawa, 200 meter dari posisinya dan 100 meter dari lokasi musuh. Sebuah peta rahasia harus dia ambil dari tubuh rekannya itu.

Sebuah peluru menembus kakinya, tapi dia tidak mengindahkannya. Biarpun darah mulai bercucuran, larinya tidak melambat. Masih 100 meter lagi tapi musuh pastilah sudah tahu tujuannya. Sebuah granat meledak didekatnya dan pecahannya menyambar bahu kirinya. Rasa sakit menghantamnya, tapi demi tugas dia terus berlari kencang.

Akhirnya dia tiba juga di sana, tapi ketika membungkuk menarik peta itu dari saku almarhum rekannya, seseorang menerjangnya membuatnya jatuh. Peta itupun lepas dari genggamannya. Segera di bangkit walaupun dengan kaki dan bahu yang berdenyut-denyut. Dilihatnya sang musuh sudah akan mengambil peta itu. Segera dia melompat ke tubuhnya . Tapi sang musuh sudah mengantisipasinya, dan menyambutnya dengan ujung bayonet tepat ke jantungnya. Untung prajurit itu sempat berkelit walaupun senjata tajam itu sempat merobek pelipisnya. Dengan segenap kekuatannya dia hantam lawannya menggunakan popor senapannya, membuatnya jatuh dan tidak bangun lagi.

Si prajurit cepat-cepat menyambar peta itu dan berlari sekuat tenaganya kembali ke lokasi Kapten. Larinya mulai melambat sementara peluru masih berdesingan di sekitarnya. Dia berdoa semoga bisa tiba dengan selamat.

Dan dia selamat. Dengan tubuh berdarah-darah dan tubuh hampir ambruk diserahkannya peta itu ke sang Kapten, yang menerimanya dengan hikmad.

"Saya akan mengusulkan biar kamu diberia penghargaan", kata sang Kapten, "Berkat keberanianmu mempertaruhkan nyawa, kita bisa mengamankan peta rahasia kompleks peluncuran yang penting ini"

"Kompleks peluncuran?!!!", teriak si prajurit, "Saya kira tadi Kapten bilang kompleks pelacuran!".

Share and Enjoy:
Digg del.icio.us Netvouz DZone ThisNext MisterWong Wists blinkbits BlinkList De.lirio.us Ma.gnolia Netscape Spurl StumbleUpon Technorati YahooMyWeb
Hallo,
Username
:
Password
:

Daftar | Lupa Password
Statistik

Total member : 39.418
Total iklan : 37.491
Total SMS : 1.375
Total pengunjung : 5.118.397
Total hits : 69.288.696
IP : 38.103.63.59
Local :
Sponsor link